Kairo — Wihdah PPMI Mesir meluncurkan Maqroah Tajwid sebagai respons atas meningkatnya keluhan terkait kelancaran bacaan Al-Qur’an masisirwati. Program ini dibuka di Dillah Ibnu Hajar, Masjid Al-Azhar, pada Ahad (30/11/2025).
Kunjungan Wihdah ke sejumlah rumah tahfidz di Mesir sebelumnya mengungkap banyak mahasiswi Indonesia yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an dengan lancar, meski telah mengikuti berbagai pembinaan. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai hambatan utama dalam proses belajar.
Dalam arahannya, Syekh Amar Faruq menegaskan pentingnya istiqomah sebagai kunci peningkatan kualitas bacaan.
“Istiqomah dalam bermajelis itu penting. Tidak hanya datang bersemangat di awal, lalu hilang di hari berikutnya,” ujarnya.
Minimnya konsistensi kehadiran disebut berdampak pada perkembangan peserta. Banyak peserta tidak mengikuti majelis secara penuh, sehingga latihan tidak berjalan optimal.
Ketua panitia menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an masisirwati.
“Kami mendengar banyak keluhan terkait kelancaran dan ketepatan tajwid. Sebagai mahasiswi Al-Azhar, kita akan pulang membawa nilai Al-Qur’an. Apa pun yang kita dakwahkan membutuhkan dalil dari Al-Qur’an,” jelasnya. Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga kehadiran secara istiqomah.
Melalui Maqroah Tajwid, Wihdah PPMI Mesir menargetkan terbentuknya lingkungan belajar yang tidak hanya memperbaiki bacaan, tetapi juga menumbuhkan generasi masisirwati berwawasan qur’ani.
Reporter: Yasfin Qolbi





Leave a Reply