Gamajatim.org, Kairo – Kemandirian keuangan PPMI Mesir tanpa ketergantungan pada uang pangkal mahasiswa baru (maba) menjadi sorotan dalam debat calon presiden dan wakil presiden. Hal tersebut disampaikan oleh Razi Alif Al Faiz sebagai responden dalam Debat Capres-Cawapres PPMI Mesir pada Sabtu (04/04) di Kairo.

Menanggapi hal tersebut, Wildan Akbar Fathurrahman selaku calon presiden nomor urut 1 menyatakan bahwa pihaknya masih mengkaji berbagai potensi finansial organisasi, termasuk kemungkinan optimalisasi dana abadi. Ia juga menyinggung peluang investasi sebagai salah satu opsi pengembangan keuangan.

“Kemarin saya sempat mendengar Bendahara umum tahun ini bahwa PPMI masih memungkinkan membuka semacam investasi atau peluang yang mengarah ke hal sana, dari dana abadinya,” ungkap Wildan.

Di sisi lain, Azka Sabillirrasyad, Lc. calon presiden nomor urut 2 menekankan pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO) melalui peningkatan kapasitas dan sistem usaha yang lebih terstruktur. Ia mengusulkan kerja sama dengan pihak ketiga maupun kementerian terkait untuk memperkuat legalitas dan manajemen usaha. Kemudian Azka berencana menjalankan BUMO salah satunya dalam bentuk penyewaan mobil inventaris PPMI.

“Dalam pengembangan ekonomi kreatif ini salah satunya kami ingin mendorong mobil ini dengan mentarkhiskan karena belum mempunyai rukhsoh, untuk kemudian disewakan,” jelas Azka.

Azka juga menambahkan bahwa dana abadi PPMI yang mencapai Rp580 juta perlu dikaji lebih lanjut untuk pengembangan aset organisasi. Ia menilai pembelian aset baru dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan keberlanjutan ekonomi organisasi.

Debat Capres-Cawapres PPMI Mesir ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam proses demokrasi mahasiswa Indonesia di Mesir, dengan menghadirkan berbagai gagasan strategis terkait arah kebijakan organisasi ke depan.

Penulis: Sitta Qurrota A’yun Kamil & Faqih BillahEditor: Pena Airlangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *