Tepat pada hari Ahad (12/04/2026), Masisir kembali menyelenggarakan pesta demokrasi akbar yang menjadi agenda tahunan, yaitu Pemilu Raya PPMI Mesir 2026, dengan diikuti oleh dua paslon (pasangan calon) yang kelak salah satu dari paslon tersebut akan memimpin ribuan Masisir selama satu tahun ke depan.

Namun, alih-alih pagi hari yang harusnya disambut dengan tenang dan khidmat. Muncul narasi yang mempertanyakan legalitas capres (calon presiden) 02 sebagai paslon. Tetapi di narasi tersebut ditutup dengan catatan:

Hingga berita ini diturunkan, tim Manggala telah berupaya menghubungi Gubernur dan Sekretaris Gamajatim untuk meminta keterangan terkait. Namun, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban pasti terkait waktu wawancara maupun kesediaan untuk memberikan keterangan resmi.”

Menanggapi hal itu, kami sebagai salah satu media warta yang di bawah naungan Gamajatim ingin memberi klarifikasi resmi dari Ketua dan Sekretaris Umum Gamajatim. Tulisan ini dibuat untuk menghindari opini liar yang mampu mencederai harmonisasi internal Gamajatim. Karena dirasa, narasi yang muncul tepat pada pesta demokrasi ini terkesan terburu-buru tanpa menunggu keterangan yang jelas dari pihak yang bersangkutan.

Tanggapan Catatan Terakhir Berita Investigasi Manggala

Di sini penulis akan membagi tanggapan catatan tersebut melalui enam poin berikut:

  1. Manggala telah menginvestigasi DPO (Dewan Pengawas Organisasi) Gamajatim sebelum Ketua Umum tepat pada malam Sabtu (10/04/2026). Di malam itu DPO memberi informasi terkait permintaan wawancara dari Tim Manggala kepada Ketua umum, dan saat itu sudah memasuki pukul 23.00 CLT. yang mana kalau dilihat dari segi etika tidak pantas untuk mewawancarai narasumber karena waktu yang sudah larut. 
  1. Di lain sisi, Ketua umum sedang membantu mempersiapkan pertandingan perdana Liga Jawa Cup pada Sabtu pagi (11/04/2026). Mulai dari pemain, logistik, latihan yel-yel, dan lain sebagainya. Lantas, manakah yang menjadi prioritas? Urusan internal organisasi berupa persiapan anggota atau eksternal organisasi berupa wawancara dari media warta?
  1. Pada Sabtu pagi, Ketua harus menghadiri acara Pembukaan Jawa Cup yang dimulai pada pukul 09.00 CLT. di Wafaul Amal. Sehingga Ketua harus mempersiapkan segala kebutuhan dan harus menghadiri pembukaan tersebut juga sehingga belum sempat membalas wawancara tersebut. Di tengah berlangsungnya acara, Ketua kembali lagi menerima pesan dari Tim Manggala dan sempat membalas pesan tersebut dengan mengirim foto sekali lihat bahwa pertandingan sedang berlangsung dengan konfirmasi “Sebentar mas! Lagi di Jawa Cup” dengan maksud “Nanti dulu, kita sedang mengurus masalah internal,” sekali lagi di mana yang menjadi prioritas? Urusan internal organisasi atau eksternal organisasi berupa wawancara dari media warta?
  1. Seusai menghadiri pertandingan perdana Airlangga FC, di Jawa Cup tepatnya di sore hari, Ketua umum bermaksud ingin memenuhi permintaan wawancara. Namun, di luar dugaan ada urusan darurat internal kekeluargaan yang mengharuskannya pergi ke Rumah Sakit hingga tengah malam dan sudah tidak terpikirkan untuk menanggapi wawancara dari Tim Manggala. Tapi bukan berarti berencana meninggalkan wawancara tersebut.
  1. Kemudian, Tim Manggala beralih menghubungi Sekretaris Gamajatim untuk kembali mengkonfirmasi waktu wawancara. Sekretaris menjawab bahwa akan kembali menyampaikan permintaan tersebut kepada Ketua Umum. Setelah itu, Sekretaris dan Ketua Umum belum memastikan kembali terkait hal tersebut disebabkan keduanya masih sibuk mengurus registrasi di Rumah Sakit. 
  1. Keesokan harinya, Ahad (12/04/2026) di pagi hari sekitar pukul 09.00 terbit berita investigasi yang dimaksud dari akun resmi Manggala dan dirasa menggiring opini yang meragukan legalitas salah satu paslon di hari H pencoblosan yang seharusnya pada hari tersebut merupakan masa tenang dan damai pemilihan paslon. Kalaupun berita investigasi itu terbit di hari H itu juga, mengapa tidak jauh-jauh hari seusai sidang langsung?

Penutup

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak adanya respons cepat dari Ketua Umum maupun Sekretaris Gamajatim bukanlah bentuk penghindaran, melainkan konsekuensi dari padatnya agenda serta adanya kondisi darurat yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh karena itu, narasi yang menyebut seolah-olah pihak terkait tidak memberikan klarifikasi perlu dilihat secara proporsional dan berimbang.

Akhirnya, besar harapan kami agar seluruh elemen Masisir, khususnya keluarga besar Gamajatim, dapat terus menjaga persatuan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengedepankan tabayyun dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Karena pada hakikatnya, tujuan kita bersama adalah menghadirkan kepemimpinan terbaik demi kemajuan dan keberlangsungan organisasi ke depan.

Penulis: Faqih Billah & Sitta Qurrota A’yun KamilEditor: Pena Airlangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *