Gamajatim.org, Kairo – Gamajatim menggelar Seminar Keputrian bertajuk “Growing with Values” sebagai pembekalan awal bagi masisirwati baru di Mesir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (10/2) di Aula Griya Kelompok Studi Walisongo (KSW), Kairo, dengan rangkaian acara ice breaking, sambutan Gubernur Gamajatim, serta pemaparan materi hingga diskusi terpandu.

Dalam pemaparannya, narasumber pertama Ibu Saipik, S.Pd. menekankan pentingnya menjaga keamanan diri dan jaminan identitas pribadi selama tinggal di Mesir. Ia juga mengingatkan peserta untuk berhati-hati dalam pergaulan serta menghindari keterlibatan dengan komunitas atau organisasi terlarang yang dapat berdampak hukum maupun sosial.
“Keamanan diri dan identitas pribadi adalah hal mendasar yang harus dijaga oleh setiap masisirwati agar dapat hidup tenang dan aman di Mesir,” jelasnya.

Selain itu, nilai kepedulian sosial turut ditekankan melalui hadis “من لا يرحم لا يرحم”, yang bermakna bahwa siapa pun yang tidak menyayangi sesama, maka ia pun tidak akan disayangi. Pesan ini disampaikan sebagai penguatan adab dan etika bermasyarakat di lingkungan baru.

Di sisi lain, Ulyanisa Imtitsalillah, Ketua Wihdah periode 2025/2026, menjelaskan bahwa aktivitas berorganisasi dan penggunaan media sosial tidak dapat dipandang secara hitam-putih. Menurutnya, keduanya ibarat pedang bermata dua yang dapat membawa manfaat maupun mudarat, tergantung pada cara dan tujuan penggunaannya.

“Organisasi dan media sosial bisa menjadi ruang tumbuh, tapi juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak digunakan dengan bijak,” ujarnya.

Seminar Keputrian “Growing with Values” ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi masisirwati baru agar lebih siap secara mental, sosial dan etis dalam menjalani kehidupan akademik maupun bermasyarakat di Mesir.

Penulis: Sitta Qurrota A’yun KamilEditor: Pena Airlangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *