Gamajatim.org, Kairo – OKAD Outdoor Gamajatim menjadi arena pembuktian kekompakan dan kepemimpinan kader baru melalui kompetisi yel-yel dan tantangan antarpos. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Pelaksana OKAD Gamajatim, dalam kegiatan OKAD Outdoor sebagai puncak rangkaian orientasi kader pada Sabtu (14/2) di Hadiqoh Tifl, Nasr City.

Dalam keterangannya, Hammam menjelaskan bahwa konsep outdoor dirancang untuk menguji dinamika kelompok secara langsung di lapangan. Ia menekankan bahwa kompetisi bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana pembentukan karakter. “Kami ingin melihat bagaimana mereka berkomunikasi di bawah tekanan, menyatukan strategi, dan tetap solid meski situasi tidak selalu sesuai rencana,” ujarnya.

Sejak awal kegiatan, suasana Hadiqoh Tifl dipenuhi gema yel-yel dari masing-masing kelompok. Setiap tim berusaha menampilkan identitas dan semangatnya dengan lantang sebelum memasuki tantangan di setiap pos. Kompetisi berlangsung dinamis, dengan penilaian berbasis kekompakan, kreativitas, serta efektivitas kerja sama tim.

Salah satu peserta mengaku bahwa tantangan terbesar bukan pada teknis permainan, melainkan menjaga keselarasan strategi di tengah perbedaan pendapat. “Di sini kami belajar bahwa menang bukan soal siapa yang paling keras bersuara, tapi siapa yang paling kompak menyatukan langkah,” ungkapnya.

OKAD Outdoor sendiri menjadi penutup dari rangkaian OKAD Gamajatim yang sebelumnya diawali dengan sesi indoor. Melalui kegiatan ini, panitia berharap nilai “Satya dalam Dharma, Digdaya dalam Karya” tidak hanya menjadi motto, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam dinamika kaderisasi ke depan.

Penulis: Muhammad Abdullah HammamEditor: Pena Airlangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *