Gamajatim.org, Kairo – Buletin edisi ke-7 Bait FK Baiquni bukan sekadar proyek publikasi, melainkan bagian dari upaya membangun literasi dan budaya keilmuan di kalangan masisir. Hal tersebut ditegaskan oleh Ilhan Nur, Pimpinan Umum Bait FK Baiquni, dalam Seminar Ilmiah dan Launching Buletin Edisi ke-7 pada Sabtu (14/2) di Sekre IADI, Gamaliya.

Dalam sambutannya, Ilhan menyampaikan bahwa penerbitan buletin tahunan tidak dimaksudkan sebagai formalitas organisasi. Ia menekankan bahwa buletin hadir sebagai instrumen penggerak tradisi ilmiah. “Lahirnya buletin edisi ke-7 Bait FK Baiquni itu bukan sekadar proyek publikasi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar dalam membangun literasi dan budaya keilmuan di antara kita,” ujarnya.

Mengusung tema ushul fiqh, buletin edisi ke-7 bertajuk Cara Kritis Membaca Dunia Modern. Selain peluncuran buletin, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar ilmiah yang menghadirkan Abdullah Abu Al-Fath, dosen Ushul Fiqh Fakultas Dirasat Islamiyah wal Arabiyah. Dalam pemaparannya bertema “قراءة الواقع في ضوء قواعد أصول الفقه”, ia menekankan pentingnya membaca realitas dengan pendekatan kaidah ushul fiqh.

Dalam seminar tersebut, ia menegaskan bahwa fleksibilitas dalam memahami hukum harus tetap berpijak pada illah yang melatarbelakanginya. “لكل حادثة حكم يتجدد,” ujarnya, menekankan bahwa setiap peristiwa memiliki hukum yang dapat diperbarui sesuai konteksnya.

Di akhir sesi, ia mengingatkan agar agama sebagai prinsip hidup dijaga dari penyimpangan. Ia mengibaratkan perhatian terhadap agama seperti perhatian manusia terhadap tubuhnya sendiri, yang harus dirawat dan dijaga secara konsisten.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bait FK Baiquni dalam memperkuat tradisi akademik masisir melalui publikasi dan forum ilmiah yang berkelanjutan.

Penulis: Ahsan Ibnu IbadEditor: Pena Airlangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *